Baca Qur’an sambil hayati dan pahami makna yang dikandungnya, seperti saat kita menghayati kitab yang dihafal dan dijelaskan oleh seseorang untuk dipahami apa yang dimaksud oleh pengarangnya ;
Dekatkan diri pada Allah dengan melaksanakan shalat-2 sunnah sesudah menjalankan shalat fardu. Sesungguhnya hal itu bisa mengatarkan seseorang ketingkatan “orang yang dicintai” setelah ia mencapai tingkatan “orang yang mencintai” ;
Biasakan berzikir setiap saat, dengan lisan, hati maupun perbuatan. Ketentuan kadar cinta seseorang dihitung berdasarkan kadar zikirnya ;
Mendahulukan cinta pada Allah daripada cinta terhadap hawa nafsu. Berusaha menggapai Cinta-Nya meski jalan yang ditempuh amat sulit ;
Selalu menyebut asma dan sifat-sifat Allah, merasakan kehadirannya dan mengenalinya. Siapa telah mengenal Allah berikut asma-asma-Nya, sifat-2 Nya dan kehendak Nya, niscaya dia akan mencintai-Nya ;
Merasakan kebaikan dan kenikmatan yang dikaruniakan Allah, baik yang tampak maupun yang tidak. Sesungguhnya hal itu bisa menimbulkan perasaan cinta terhadap Nya ;
Serahkan diri sepenuhnya kepada Allah ;
Bermunajat dan menyendiri tengah malam sambil membaca Al-Qur’an, lalu mengakhirinya dengan beristigfar dan bertaubat ;
Berteman dengan orang-orang yang benar-benar mencintai Allah, memetik pelajaran berharga dari mereka. Jangan bicara kecuali jika anda merasa yakin bahwa apa yang anda ucapkan itu membawa maslahat dan bermanfaat bagi anda dan orang-orang disekitar anda;
Hindari terhadap hal-hal yang bisa menghalangi hati untuk mengingat Allah.
Sabtu, 04 April 2009
10 Hal yang Harus Anda Lakukan
Ingatlah, Tuhan anda akan memberi ampun bagi orang yang memohon ampun, akan menerima tobat orang yang bertobat, dan akan menerima orang yang kembali ke jalan-Nya
Kasihanilah orang-orang yang lemah, niscaya anda akan bahagia. Berilah orang-orang yang membutuhkan pertolongan, niscaya anda akan merasa puas. Redamlah emosi anda, niscaya anda akan selamat
Berseikap optimistis, maka Allah akan beserta anda, para malaikat memohonkan ampunan buat anda, dan surga siap menanti kedatangan anda
Hapuslah air mata anda dengan sikap berbaik sangka kepada Allah, Tuhan anda. Usirlah semua kesusahan dan kesedihan anda dengan mengingat nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada anda
Jangan anda mengira bahwa dunia diciptakan untuk melayani seseorang secara lengkap, karena pada hakikatnya tiada seorang pun dimuka bumi ini yang akan mendapatkan semua yang diinginkannya dan terbebas dari segala macam kekeruhan
Jadilah diri anda seperti pohon kurma yang menjulang tinggi dengan cita-citanya yang jauh dari gangguan yang membahayakan, jika anda melemparinya dengan batu, ia akan membalasnya dengan buahnya yang masak
Pernahkah anda mendengar bahwa kesedihan dapat mengembalikan apa yang sudah lewat dan kesusahan dapat memperbaiki kesalahan? Kalu begitu, tidak ada gunanya anda bersedih dan bersusah hati?
Jangan anda menunggu datangnya bencana dan fitnah, tetapi tunggulah kedatangan keamanan, kedamaian, dan kesehatan, insya Allah
Padamkanlah api kedengkian yang membakar dada anda dengan memberikan pakaian pemaafan yang menyeluruh terhadap setiap orang yang pernah berbuat jahat terhadap diri anda
Mandi, wudhu, memakai wewangian, membersihkan gigi dan merapikan diri merupakan obat mujarab untuk menyembuhkan semua kekeruhan dan kesempitan
Kasihanilah orang-orang yang lemah, niscaya anda akan bahagia. Berilah orang-orang yang membutuhkan pertolongan, niscaya anda akan merasa puas. Redamlah emosi anda, niscaya anda akan selamat
Berseikap optimistis, maka Allah akan beserta anda, para malaikat memohonkan ampunan buat anda, dan surga siap menanti kedatangan anda
Hapuslah air mata anda dengan sikap berbaik sangka kepada Allah, Tuhan anda. Usirlah semua kesusahan dan kesedihan anda dengan mengingat nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada anda
Jangan anda mengira bahwa dunia diciptakan untuk melayani seseorang secara lengkap, karena pada hakikatnya tiada seorang pun dimuka bumi ini yang akan mendapatkan semua yang diinginkannya dan terbebas dari segala macam kekeruhan
Jadilah diri anda seperti pohon kurma yang menjulang tinggi dengan cita-citanya yang jauh dari gangguan yang membahayakan, jika anda melemparinya dengan batu, ia akan membalasnya dengan buahnya yang masak
Pernahkah anda mendengar bahwa kesedihan dapat mengembalikan apa yang sudah lewat dan kesusahan dapat memperbaiki kesalahan? Kalu begitu, tidak ada gunanya anda bersedih dan bersusah hati?
Jangan anda menunggu datangnya bencana dan fitnah, tetapi tunggulah kedatangan keamanan, kedamaian, dan kesehatan, insya Allah
Padamkanlah api kedengkian yang membakar dada anda dengan memberikan pakaian pemaafan yang menyeluruh terhadap setiap orang yang pernah berbuat jahat terhadap diri anda
Mandi, wudhu, memakai wewangian, membersihkan gigi dan merapikan diri merupakan obat mujarab untuk menyembuhkan semua kekeruhan dan kesempitan
10 Hal yang Menyebabkan Hati Kalian Mati
Kalian yakin kepada Allah, namun kalian tidak memenuhi haknyaContohnya : yakin kepada Allah, tapi tidak mau beribadah dan terus melakukan maksiat sambil berharap bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa
Kalian membaca Al-Qur’an, namun kalian tidak mengamalkan isinya
Contohnya : tahu bahwa zina itu haram tapi masih tetap dilakukan juga dengan alasan lebih takut ditinggal pacar atau takut tidak bisa hidup dan berfikir zina adalah jalan cepat mendapatkan harta dunia, daripada takut kepada Allah Swt
Kalian mengaku cinta kepada Nabi Saw, namun kalian meninggalkan sunnahnya
Contohnya : Mengakui secara pasti kecintaannya kepada Rasulullah saw tetapi sunnah-sunnahnya tidak diikuti atau malah membencinya misalnya : sangat membenci sedekah/infaq/zakat karena takut kalau bersedekah/berinfaq/dan membayar zakat akan mengurangi bahkan menghabiskan hartanya.
Kalian mengaku memusuhi setan, namun kalian menuruti keinginannya
Contohnya :Memberi sesajen ke laut, sesajen kegunung berapi, berdoa dan meminta kepada kuburan -kuburan keramat.
Kalian berkata ‘Kami cinta surga’, namun kalian tidak beramal untuk mendapatkannya
Kalian berkata ‘Kami takut pada neraka’, namun kalian korbankan jiwa kalian padanya
Kalian berkata ‘Sesungguhnya kematian itu benar’, namun kalian tidak mempersiapkan diri untuk menyambutnya
Kalian sibuk dengan aib orang lain, namun kalian lupa dengan aib kalian sendiri
Contohnya : Ngerumpi, dan menciptakan fitnah
Kalian memakan nikmat dari Rabb kalian, namun kalian tak mensyukurinya
Contohnya : Selalu merasa tidak puas dan kurang dengan semua yang telah Allah berikan bahkan ada yang mengucapkan terima kasih saat diberi nikmat yang banyak tetapi bukan kepada Allah malah kepada kuburan yang dianggap keramat dengan memberi sesaji atau tempat sejenisnya yang semuanya cuma ciptaan Allah.
Kalian mengubur orang-orang yang mati diantara kalian, namun kalian tidak mengambil pelajaran dari mereka.
Kalian membaca Al-Qur’an, namun kalian tidak mengamalkan isinya
Contohnya : tahu bahwa zina itu haram tapi masih tetap dilakukan juga dengan alasan lebih takut ditinggal pacar atau takut tidak bisa hidup dan berfikir zina adalah jalan cepat mendapatkan harta dunia, daripada takut kepada Allah Swt
Kalian mengaku cinta kepada Nabi Saw, namun kalian meninggalkan sunnahnya
Contohnya : Mengakui secara pasti kecintaannya kepada Rasulullah saw tetapi sunnah-sunnahnya tidak diikuti atau malah membencinya misalnya : sangat membenci sedekah/infaq/zakat karena takut kalau bersedekah/berinfaq/dan membayar zakat akan mengurangi bahkan menghabiskan hartanya.
Kalian mengaku memusuhi setan, namun kalian menuruti keinginannya
Contohnya :Memberi sesajen ke laut, sesajen kegunung berapi, berdoa dan meminta kepada kuburan -kuburan keramat.
Kalian berkata ‘Kami cinta surga’, namun kalian tidak beramal untuk mendapatkannya
Kalian berkata ‘Kami takut pada neraka’, namun kalian korbankan jiwa kalian padanya
Kalian berkata ‘Sesungguhnya kematian itu benar’, namun kalian tidak mempersiapkan diri untuk menyambutnya
Kalian sibuk dengan aib orang lain, namun kalian lupa dengan aib kalian sendiri
Contohnya : Ngerumpi, dan menciptakan fitnah
Kalian memakan nikmat dari Rabb kalian, namun kalian tak mensyukurinya
Contohnya : Selalu merasa tidak puas dan kurang dengan semua yang telah Allah berikan bahkan ada yang mengucapkan terima kasih saat diberi nikmat yang banyak tetapi bukan kepada Allah malah kepada kuburan yang dianggap keramat dengan memberi sesaji atau tempat sejenisnya yang semuanya cuma ciptaan Allah.
Kalian mengubur orang-orang yang mati diantara kalian, namun kalian tidak mengambil pelajaran dari mereka.
Cara Menghindari Perbuatan Zina
Jagalah pandangan mata anda dari perkara yang diharamkan Allah.
“Mata bisa berzina, hati bisa berzina. Zinanya mata adalah memandang (perkara haram), sedangkan zinanya hati adalah mengharapkan (perkara haram). Sementara kemaluan bisa mengajak atau mengingkari berbuat zina” (HR. Ahmad)
Jangan sekali-kali anda berduaan dengan seorang perempuan. Hendaknya anda menjauhi majelis yang mencampur adukkan antara laki-laki dan perempuan.
“Jangan sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan kecuali bersama dengan mahramnya” (HR. Bukhari)
Jika anda telah menikah maka lampiaskan hawa nafsu anda pada perkara yang halal
“Jika salah seorang di antara kalian tertarik dengan perempuan lain, kemudian keberadaan perempuan itu membekas di hatinya, maka hendaklah dia segera menemui istrinya lalu menggaulinya. Karena tindakan ini akan menghapus perkara yang tidak patut dalam dirinya” (HR. Muslim)
Kenapa anda tidak memanfaatkan nasehat yang dianjurkan oleh Allah agar menjaga diri dari perbuatan dosa
“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian dirinya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya” (QS. An-Nur: 33 )
Kenapa anda tidak mencoba untuk mempraktekkan pesan Rasulullah
“Barangsiapa yang sudah memenuhi syarat untuk menikah, maka segeralah menikah, karena menikah akan dapat menundukkan pandangan, dan menjaga kemaluan. Sebaliknya, barang siapa yang belum memenuhi syarat untuk menikah, maka hendaklah dia berpuasa, karena puasa adalah perisai” (HR. Bukhari)
Kenapa anda tidak menghentikan 3 usaha setan yang biasa digunakan untuk memperdayakan manusia. Adapun 3 usaha tersebut adalah :
Memandang. Karena itulah bila anda ingin menghindar dari tipu daya setan ini, hendaklah anda selalu sibuk meneliti segala kekurangan dalam diri anda dan amal-amal yang telah anda kerjakan.
Kenyang. Karena itulah bila anda ingin menghindar dari tipu daya setan ini, hendaklah anda berpuasa sesuai dengan kemampuan anda.
Berpikir. Karena itulah bila anda ingin menghindar dari tipu daya setan ini, hendaklah anda meresapi firman Allah, “Tidakkah seorang mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?” (QS. Al-Alaq: 14)
Kenapa anda tidak ingin membayangkan pada suatu hari dimana anda sedang duduk bersama-sama dengan putra-putri anda, kemudian ketika berada ditengah-tengah mereka dengan bangga anda mengatakan, “Wahai anak-anakku, ayah kalian adalah seorang laki-laki sejati. Hawa nafsu tidak sanggup menundukkan ayah untuk berbuat keji”
“Mata bisa berzina, hati bisa berzina. Zinanya mata adalah memandang (perkara haram), sedangkan zinanya hati adalah mengharapkan (perkara haram). Sementara kemaluan bisa mengajak atau mengingkari berbuat zina” (HR. Ahmad)
Jangan sekali-kali anda berduaan dengan seorang perempuan. Hendaknya anda menjauhi majelis yang mencampur adukkan antara laki-laki dan perempuan.
“Jangan sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan kecuali bersama dengan mahramnya” (HR. Bukhari)
Jika anda telah menikah maka lampiaskan hawa nafsu anda pada perkara yang halal
“Jika salah seorang di antara kalian tertarik dengan perempuan lain, kemudian keberadaan perempuan itu membekas di hatinya, maka hendaklah dia segera menemui istrinya lalu menggaulinya. Karena tindakan ini akan menghapus perkara yang tidak patut dalam dirinya” (HR. Muslim)
Kenapa anda tidak memanfaatkan nasehat yang dianjurkan oleh Allah agar menjaga diri dari perbuatan dosa
“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian dirinya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya” (QS. An-Nur: 33 )
Kenapa anda tidak mencoba untuk mempraktekkan pesan Rasulullah
“Barangsiapa yang sudah memenuhi syarat untuk menikah, maka segeralah menikah, karena menikah akan dapat menundukkan pandangan, dan menjaga kemaluan. Sebaliknya, barang siapa yang belum memenuhi syarat untuk menikah, maka hendaklah dia berpuasa, karena puasa adalah perisai” (HR. Bukhari)
Kenapa anda tidak menghentikan 3 usaha setan yang biasa digunakan untuk memperdayakan manusia. Adapun 3 usaha tersebut adalah :
Memandang. Karena itulah bila anda ingin menghindar dari tipu daya setan ini, hendaklah anda selalu sibuk meneliti segala kekurangan dalam diri anda dan amal-amal yang telah anda kerjakan.
Kenyang. Karena itulah bila anda ingin menghindar dari tipu daya setan ini, hendaklah anda berpuasa sesuai dengan kemampuan anda.
Berpikir. Karena itulah bila anda ingin menghindar dari tipu daya setan ini, hendaklah anda meresapi firman Allah, “Tidakkah seorang mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?” (QS. Al-Alaq: 14)
Kenapa anda tidak ingin membayangkan pada suatu hari dimana anda sedang duduk bersama-sama dengan putra-putri anda, kemudian ketika berada ditengah-tengah mereka dengan bangga anda mengatakan, “Wahai anak-anakku, ayah kalian adalah seorang laki-laki sejati. Hawa nafsu tidak sanggup menundukkan ayah untuk berbuat keji”
41 Cara Menyambut Malaikat Maut
iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk
Dengan senantiasa memelihara shalat lima waktu tepat pada waktunya dengan berjamaah di masjid bersama kaum muslimin, disertai dengan kekhusyukan dan perenungan makna-maknanya. Sedangkan shalatnya kaum wanita di dalam rumah adalah lebih utama
Dengan mengeluarkan zakat yang diwajibkan tepat pada waktunya, sesuai dengan ukuran dan kriterianya berdasarkan syara’
Dengan berpuasa ramadhan di dasari keimanan dan mengharap pahala dari Allah
Dengan haji mabrur, karena tidak ada balasan bagi haji mabrur ini melainkan surga. Sedangkan umroh pada bulan ramadhan setara dengan menunaikan haji bersama Nabi saw Dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunnah tambahan (nafilah), yaitu ibadah selain fardhu, baik berkenaan dengan shalat, zakat, puasa maupun haji. Allah SWT berfirman dalam hadist qudsi : “Dan hamba-Ku masih saja mendekat kepad-Ku dengan ibadah-ibadah nafilah, sehingga Aku mencintainya”
Dengan segera bertaubat yang setulus-tulusnya dari segala kemaksiatan dan kemungkaran, dan dengan berjanji untuk selalu mengisi waktu-waktu yang ia miliki dengan banyak beristighfar, berdzikir, serta melaksanakan segala jenis ketaatan lain.
Dengan memurnikan ibadah kepada Allah (ikhlas kepada-Nya), dan meninggalkan riya’ dalam segala hal. Allah SWT berfirman : “Mereka tidaklah diperintahkan agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan kepatuhan kepada-Nya dalam melaksanakan agama dengan lurus” (QS. Al-Bayyinah : 5)
Dengan mencintai Allah dan rasul-Nya. Kecintaan kepada Allah tidak akan terwujud kecuali harus disertai dengan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah : “Katakanlah, jika kau (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu” (QS. Ali Imron : 31)
Dengan memberikan kecintaan karena Allah dan benci karena Allah pula, serta memberikan loyalitas karena Allah. Ini berarti mencintai perbuatan yang Allah cintai seperti beribadah, berdzikir dan melakukan amal kebajikan, benci karena Allah berarti membenci hal-hal yang tidak disukai Allah seperti zinah, ghibah, serta perbuatan maksiat lainnya.
Dengan rasa takut kepada Allah Yang Maha Mulia, mengamalkan kandungan Al-Qur’an, ridha dengan yang sedkit, dan mempersiapkan diri menghadapi hari perjalanan menuju hisab. Ini adalah hakikat takwa
Dengan bersabar dalam menghadapi cobaan, bersyukur ketika memperoleh kelonggaran, selalu merasa diawasi oleh Allah, baik dalam keadaan sembunyi maupun terbuka, serta dengan mengharap anugerah dan karunia yang ada di sisi-Nya
Dengan bertawakal (pasrah) seutuhnya kepada Allah SWT. Allah berfirman “Hanya kepada Allah-lah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS. Al-Maidah: 23)
Dengan menuntut ilmu yang bermanfaat, serta berusaha menyebarkan dan mengajarkannya. Allah SWT berfiman “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa tingkat” (QS. Al-Mujadilah: 11) dan juga firman Allah SWT “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia dan jangan sampai kamu menyembunyikannya” (QS. Ali Imron: 187)
Dengan mengagungkan Al-Qur’an. Yaitu dengan cara mempelajarinya, mengajarkannya, menjaga batasan-batasan dan huku-hukumnya, serta mengenali apa yang dihalalkan dan apa yang diharamkannya. Nabi saw bersabda “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)
Dengan jihad di jalan Allah, bersiaga selalu dan berjaga di perbatasan musuh, serta tidak lari dari medan laga. Nabi saw bersabda “Janganlah kamu mengharap-harap bertemu musuh dan mohonlah kesehatan kepada Allah. Namun jika kamu bertemu dengan mereka, bersabarlah. Ketahuilah bahwa surga itu di bawah naungan pedang” (Muttafaqun ‘alaih)
Dengan menjaga lidah dari hal-hal yang haram seperti dusta, ghibah (menggunjing), mengadu domba dan memfitnah, mencaci, mengutuk, serta berkata dan bernyanyi kotor. Nabi saw bersabda “siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhi hendaklah berkata baik atau (memilih) diam” (Muttafaqun ‘alaih)
Dengan memenuhi janji, menunaikan amanat kepada yang berhak, serta tidak berkhianat dan menipu. Allah SWT berfirman “Penuhilah janji-janjimu” (QS. Al-Maidah :1) dan “hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya” (QS. Al-Baqarah : 283)
Dengan meninggalkan zina, minum-minuman keras, membunuh jiwa, berbuat zhali, mencuri, makan harta orang lain secara bathil, makan barang riba, dan makan segala yang tidak menjadi haknya menurut syara’. Allah SWT berfirman “Katakanlah, sesungguhnya Rabbku mengharakan perbuatan keji yang tampak maupun yang tersembunyi” (QS. Al-A’raf : 33)
Dengan bersikap wara’ dalam hal makanan dan minuman, serta menjauhi barang yang tidak halal.
Dengan berbakti kepada kedua orang tua, bersilaturahmi, mengunjungi saudara dan bersabar menghadapi gangguan mereka, serta berbuat baik kepada orang lain yang berada dekat dengan kita maupun yang jauh.
Dengan menjenguk orang yang sakit, berziarah kubur dan mengiringi jenzah. Sebab, itu semua akan mengingatkan kepada akhirat dan menganggap rendah dunia.
Dengan tidak mengenakan pakaian dan aksesoris yang diharamkan, seperti sutra, emas dan isbal (memanjangkan pakaian hingga melampaui mata kaki) bagi kaum pria, atau menggunakan bejana-bejana yang terbuat dari emas dan perak untuk makan dan minum. Semuanya itu hukumnya haram.
Dengan memakai jilbab yang sempurna dan menutupi aurat bagi kaum wanita, yang tidak bisa menggambarkan lekuk tubuhnya dan juga tidak tipis, tidak menarik pandangan orang lain untuk melihatnya dan tidak menimbulkan fitnah, serta menjauhi tasyabbuh (meniru-niru, menyerupai) kaum wanita kafir dalam berpakaian, dimana pakaian yang mereja kenakan itu memang sengaja dibuat untuk menimbulkan fitnah dan membangkitkan nafsu birahi.
Dengan sederhana dalam membelanjakan harta, menjaga nikmat, dan tidak berbuat tabdzir (pemborosan)
Dengan meninggalkan perbuatan khianat, dengki, iri hati, permusuhan, kebencianm serta menggunjing harga diri kaum muslimin dan muslimat tanpa ada alasan yang benar.
Dengan memerintahkan yang makruf dan mencegah yang mungkar, menyeru kepada Allah dengan menempuh jalan hikmah dan bimbingan yang baik.
Dengan berbuat adil terhadap sesama manusia serta saling menolong dalam kebajikan dan takwa
Dengan berpegang kepada akhlak mulia seperti rendah diri, penyayang, sabar, malu, pemaaf, menahan marah, dan murah hati, serta tidak sombong, menipu, angkuh, congkak dan sebagainya.
Dengan menunaikan hak-hak anak dan istri sesempurna mungkin, serta mengajarkan kepada mereka urusan agama yang mereka butuhkan.
Dengan menjawab salam dan memberi salam, menyambut doa orang yang bersin, memuliakan tamu dan tetangga, serta menutupi aib orang sebisa mungkin.
Dengan hidup zuhud di dunia (tak berlebih-lebihan dengan dunia) dan memendekkan angan-angan sebelum sampai ajalnya.
Dengan sikap cemburu terhadap harga diri, menahan pandangan dari melihat hal-hal yang diharamkan di jalanan atau melalui layar televisi, dan internet.
Dengan berpaling dari kesia-siaan, senda gurau dan permainan, serta mengambil hak-hak yang berharga dan meninggalkan segala hal yang tiada artinya.
Dengan mencintai para sahabat Nabi saw, berlepas diri dari kebencian terhadap mereka atau mencaci mereka
Dengan mendamaikan antara sesama manusia dan mendekatkan arah pandangan antara kedua belah pihak yang bertikai, sehingga hilang perselisihan dan perpecahan tidak semakin melebar.
Dengan tidak mendatangi dukun, ahli nujum, tukang sihir, tukang ramal dan sejenisnya. Rasulullah saw bersabda “Siapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal lalu membenarkan kepada apa yang dikatakannya, berarti dia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi)
Dengan mematuhi suami bagi seorang istri, serta menjaga hartanya, anaknya dan ranjangnya
Dengan meninggalkan perbuatan bid’ah dalam beragama, serta tidakmenyeru kepada kebatilan dan kesesatan
Dengan tidak menyambung rambut bagi wanita, tidak mentato, tidak mencukur ais, serta tidak merenggangkan gigi dan meruncingkannya.
Dengan tidak memata-matai kaum muslimin dan tidak mengungkap aib mereka, serta tidak menyakiti mereka
Dengan senantiasa memelihara shalat lima waktu tepat pada waktunya dengan berjamaah di masjid bersama kaum muslimin, disertai dengan kekhusyukan dan perenungan makna-maknanya. Sedangkan shalatnya kaum wanita di dalam rumah adalah lebih utama
Dengan mengeluarkan zakat yang diwajibkan tepat pada waktunya, sesuai dengan ukuran dan kriterianya berdasarkan syara’
Dengan berpuasa ramadhan di dasari keimanan dan mengharap pahala dari Allah
Dengan haji mabrur, karena tidak ada balasan bagi haji mabrur ini melainkan surga. Sedangkan umroh pada bulan ramadhan setara dengan menunaikan haji bersama Nabi saw Dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunnah tambahan (nafilah), yaitu ibadah selain fardhu, baik berkenaan dengan shalat, zakat, puasa maupun haji. Allah SWT berfirman dalam hadist qudsi : “Dan hamba-Ku masih saja mendekat kepad-Ku dengan ibadah-ibadah nafilah, sehingga Aku mencintainya”
Dengan segera bertaubat yang setulus-tulusnya dari segala kemaksiatan dan kemungkaran, dan dengan berjanji untuk selalu mengisi waktu-waktu yang ia miliki dengan banyak beristighfar, berdzikir, serta melaksanakan segala jenis ketaatan lain.
Dengan memurnikan ibadah kepada Allah (ikhlas kepada-Nya), dan meninggalkan riya’ dalam segala hal. Allah SWT berfirman : “Mereka tidaklah diperintahkan agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan kepatuhan kepada-Nya dalam melaksanakan agama dengan lurus” (QS. Al-Bayyinah : 5)
Dengan mencintai Allah dan rasul-Nya. Kecintaan kepada Allah tidak akan terwujud kecuali harus disertai dengan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah : “Katakanlah, jika kau (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu” (QS. Ali Imron : 31)
Dengan memberikan kecintaan karena Allah dan benci karena Allah pula, serta memberikan loyalitas karena Allah. Ini berarti mencintai perbuatan yang Allah cintai seperti beribadah, berdzikir dan melakukan amal kebajikan, benci karena Allah berarti membenci hal-hal yang tidak disukai Allah seperti zinah, ghibah, serta perbuatan maksiat lainnya.
Dengan rasa takut kepada Allah Yang Maha Mulia, mengamalkan kandungan Al-Qur’an, ridha dengan yang sedkit, dan mempersiapkan diri menghadapi hari perjalanan menuju hisab. Ini adalah hakikat takwa
Dengan bersabar dalam menghadapi cobaan, bersyukur ketika memperoleh kelonggaran, selalu merasa diawasi oleh Allah, baik dalam keadaan sembunyi maupun terbuka, serta dengan mengharap anugerah dan karunia yang ada di sisi-Nya
Dengan bertawakal (pasrah) seutuhnya kepada Allah SWT. Allah berfirman “Hanya kepada Allah-lah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS. Al-Maidah: 23)
Dengan menuntut ilmu yang bermanfaat, serta berusaha menyebarkan dan mengajarkannya. Allah SWT berfiman “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa tingkat” (QS. Al-Mujadilah: 11) dan juga firman Allah SWT “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia dan jangan sampai kamu menyembunyikannya” (QS. Ali Imron: 187)
Dengan mengagungkan Al-Qur’an. Yaitu dengan cara mempelajarinya, mengajarkannya, menjaga batasan-batasan dan huku-hukumnya, serta mengenali apa yang dihalalkan dan apa yang diharamkannya. Nabi saw bersabda “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)
Dengan jihad di jalan Allah, bersiaga selalu dan berjaga di perbatasan musuh, serta tidak lari dari medan laga. Nabi saw bersabda “Janganlah kamu mengharap-harap bertemu musuh dan mohonlah kesehatan kepada Allah. Namun jika kamu bertemu dengan mereka, bersabarlah. Ketahuilah bahwa surga itu di bawah naungan pedang” (Muttafaqun ‘alaih)
Dengan menjaga lidah dari hal-hal yang haram seperti dusta, ghibah (menggunjing), mengadu domba dan memfitnah, mencaci, mengutuk, serta berkata dan bernyanyi kotor. Nabi saw bersabda “siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhi hendaklah berkata baik atau (memilih) diam” (Muttafaqun ‘alaih)
Dengan memenuhi janji, menunaikan amanat kepada yang berhak, serta tidak berkhianat dan menipu. Allah SWT berfirman “Penuhilah janji-janjimu” (QS. Al-Maidah :1) dan “hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya” (QS. Al-Baqarah : 283)
Dengan meninggalkan zina, minum-minuman keras, membunuh jiwa, berbuat zhali, mencuri, makan harta orang lain secara bathil, makan barang riba, dan makan segala yang tidak menjadi haknya menurut syara’. Allah SWT berfirman “Katakanlah, sesungguhnya Rabbku mengharakan perbuatan keji yang tampak maupun yang tersembunyi” (QS. Al-A’raf : 33)
Dengan bersikap wara’ dalam hal makanan dan minuman, serta menjauhi barang yang tidak halal.
Dengan berbakti kepada kedua orang tua, bersilaturahmi, mengunjungi saudara dan bersabar menghadapi gangguan mereka, serta berbuat baik kepada orang lain yang berada dekat dengan kita maupun yang jauh.
Dengan menjenguk orang yang sakit, berziarah kubur dan mengiringi jenzah. Sebab, itu semua akan mengingatkan kepada akhirat dan menganggap rendah dunia.
Dengan tidak mengenakan pakaian dan aksesoris yang diharamkan, seperti sutra, emas dan isbal (memanjangkan pakaian hingga melampaui mata kaki) bagi kaum pria, atau menggunakan bejana-bejana yang terbuat dari emas dan perak untuk makan dan minum. Semuanya itu hukumnya haram.
Dengan memakai jilbab yang sempurna dan menutupi aurat bagi kaum wanita, yang tidak bisa menggambarkan lekuk tubuhnya dan juga tidak tipis, tidak menarik pandangan orang lain untuk melihatnya dan tidak menimbulkan fitnah, serta menjauhi tasyabbuh (meniru-niru, menyerupai) kaum wanita kafir dalam berpakaian, dimana pakaian yang mereja kenakan itu memang sengaja dibuat untuk menimbulkan fitnah dan membangkitkan nafsu birahi.
Dengan sederhana dalam membelanjakan harta, menjaga nikmat, dan tidak berbuat tabdzir (pemborosan)
Dengan meninggalkan perbuatan khianat, dengki, iri hati, permusuhan, kebencianm serta menggunjing harga diri kaum muslimin dan muslimat tanpa ada alasan yang benar.
Dengan memerintahkan yang makruf dan mencegah yang mungkar, menyeru kepada Allah dengan menempuh jalan hikmah dan bimbingan yang baik.
Dengan berbuat adil terhadap sesama manusia serta saling menolong dalam kebajikan dan takwa
Dengan berpegang kepada akhlak mulia seperti rendah diri, penyayang, sabar, malu, pemaaf, menahan marah, dan murah hati, serta tidak sombong, menipu, angkuh, congkak dan sebagainya.
Dengan menunaikan hak-hak anak dan istri sesempurna mungkin, serta mengajarkan kepada mereka urusan agama yang mereka butuhkan.
Dengan menjawab salam dan memberi salam, menyambut doa orang yang bersin, memuliakan tamu dan tetangga, serta menutupi aib orang sebisa mungkin.
Dengan hidup zuhud di dunia (tak berlebih-lebihan dengan dunia) dan memendekkan angan-angan sebelum sampai ajalnya.
Dengan sikap cemburu terhadap harga diri, menahan pandangan dari melihat hal-hal yang diharamkan di jalanan atau melalui layar televisi, dan internet.
Dengan berpaling dari kesia-siaan, senda gurau dan permainan, serta mengambil hak-hak yang berharga dan meninggalkan segala hal yang tiada artinya.
Dengan mencintai para sahabat Nabi saw, berlepas diri dari kebencian terhadap mereka atau mencaci mereka
Dengan mendamaikan antara sesama manusia dan mendekatkan arah pandangan antara kedua belah pihak yang bertikai, sehingga hilang perselisihan dan perpecahan tidak semakin melebar.
Dengan tidak mendatangi dukun, ahli nujum, tukang sihir, tukang ramal dan sejenisnya. Rasulullah saw bersabda “Siapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal lalu membenarkan kepada apa yang dikatakannya, berarti dia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi)
Dengan mematuhi suami bagi seorang istri, serta menjaga hartanya, anaknya dan ranjangnya
Dengan meninggalkan perbuatan bid’ah dalam beragama, serta tidakmenyeru kepada kebatilan dan kesesatan
Dengan tidak menyambung rambut bagi wanita, tidak mentato, tidak mencukur ais, serta tidak merenggangkan gigi dan meruncingkannya.
Dengan tidak memata-matai kaum muslimin dan tidak mengungkap aib mereka, serta tidak menyakiti mereka
10 Hal yang Harus Anda Ingat
#Jadilah anda seperti lebah yang hinggap di atas bebungaan yang harum dan ranting-ranting yang segar
#Jangan beri kesempatan kepada diri anda untuk menyelidiki kelemahan orang lain dan mencari-cari kesalahan mereka
#Jika Allah selalu beserta anda, mengapa anda merasa takut kepada selain-Nya? Apabila Allah menguji anda, siapa lagi yang dapat anda harapkan pertolongan-Nya?
#Api kedengkian itu akan memakan tubuh pelakunya sendiri dan banyak cemburu itu bagaikan api yang berkobar kemana-mana
#Jika anda tidak mempersiapkan diri sejak hari ini, maka hari esok bukan menjadi milik anda
Beranjaklah dengan damai dari tempat-tempat pertemuan dan perdebatan yang mengandung hal-hal yang tiada gunanya
#Jadilah diri anda lebih cantik dan lebih indah daripada kebun yang berbunga berkat akhlak dan pekerti anda
#Berikanlah kebajikan, niscaya anda akan menjadi manusia yang paling berharga
#Serahkanlah urusan makhluk kepada Khaliqnya, orang dengki kepada kematian, dan musuh kepada kelupaan
#Nikmat yang diharamkan sesudahnya akan diiringi dengan penyesalan, kekecewaan, dan siksaan
#Jangan beri kesempatan kepada diri anda untuk menyelidiki kelemahan orang lain dan mencari-cari kesalahan mereka
#Jika Allah selalu beserta anda, mengapa anda merasa takut kepada selain-Nya? Apabila Allah menguji anda, siapa lagi yang dapat anda harapkan pertolongan-Nya?
#Api kedengkian itu akan memakan tubuh pelakunya sendiri dan banyak cemburu itu bagaikan api yang berkobar kemana-mana
#Jika anda tidak mempersiapkan diri sejak hari ini, maka hari esok bukan menjadi milik anda
Beranjaklah dengan damai dari tempat-tempat pertemuan dan perdebatan yang mengandung hal-hal yang tiada gunanya
#Jadilah diri anda lebih cantik dan lebih indah daripada kebun yang berbunga berkat akhlak dan pekerti anda
#Berikanlah kebajikan, niscaya anda akan menjadi manusia yang paling berharga
#Serahkanlah urusan makhluk kepada Khaliqnya, orang dengki kepada kematian, dan musuh kepada kelupaan
#Nikmat yang diharamkan sesudahnya akan diiringi dengan penyesalan, kekecewaan, dan siksaan
Rabu, 25 Maret 2009
Langganan:
Postingan (Atom)